Laman

Kamis, 29 Desember 2011

Hujan Sore Sore

Temaram bergegas menyelimuti petang yang dingin. tak perlu kompromi untuk menyiram Bumi luas ini. Dia Maha Kuasa, apalagi untuk sekedar Rahmat hujan yang malah sering dirutuki umatnya. tapi, tidak bagiku. hujan menyenangkan. menunggu detik detik gerimis yang membasahi, meresapi suaranya selayak menikmati lagu yang menenangkan. Lalu sumringah, ketika guyuran hujannya mulai memenuhi ember, baskom dan gentong. Membentuk pancur di pipa air di atap rumah. Hmm, sejuk, segar, bebas debu.

Bau tanah yang khas ketika basah tersiram hujan. membentuk kelokan kelokan aliran air mencari titik lebih rendah. menyatu pada parit depan rumah yang makin penuh. Hujan akan deras gumamku. aliran air dalam parit kian deras arusnya. lalu aku bergegas ke jendela belakang, memandang sungai yang mulai coklat. aku sedikit miring ke kiri mencari ruang yang lebih luas untuk memandang. Pohon sirsak agak menghalangi.